Teknik
proxy adalah teknik yang standar untuk akses Internet secara
bersama-sama oleh beberapa komputer sekaligus dalam sebuah Local Area
Network (LAN) melalui sebuah modem atau sebuah saluran komunikasi.
Istilah Proxy sendiri banyak dikenal / digunakan terutama di dunia /
kalangan diplomatik. Secara sederhana proxy adalah seseorang / lembaga
yang bertindak sebagai perantara atau atas nama dari orang lain /
lembaga / negara lain.
Teknik ini dikenal dengan beberapa nama yang ada di pasaran, misalnya:
Internet Connection Sharing (ICS) “ istilah ini digunakan oleh Microsoft pada Windows-nya.
- Proxy Server “ ini biasanya berupa software tambahan yang dipasang di komputer yang bertindak sebagai perantara.
- Internet
Sharing Server (ISS) “ biasanya berupa hardware berdiri sendiri lengkap
dengan modem, hub dan software proxy di dalamnya.
- Network Address Translation (NAT) “ istilah lain yang digunakan untuk software proxy server.
- IP Masquerade “ teknik yang digunakan di software NAT / Proxy server untuk melakukan proses proxy.
Mengapa
teknik proxy menjadi penting untuk share akses Internet dari sebuah LAN
secara bersama-sama? Sebagai gambaran umum, dalam sebuah jaringan
komputer “ termasuk Internet, semua komponen jaringan di identifikasi
dengan sebuah nomor (di Internet dikenal sebagai alamat Internet
Protokol, alamat IP, IP address). Mengapa digunakan nomor? Karena
penggunaan nomor IP akan memudahkan proses route & penyampaian data “ dibandingkan kalau menggunakan nama yang tidak ada aturannya.
Kira-kira secara konsep mirip dengan pola yang dipakai di nomor telepon.
Nah
sialnya, (1) nomor IP ini jumlah-nya terbatas dan (2) seringkali kita
tidak menginginkan orang untuk mengetahui dari komputer mana / jaringan
mana kita mengakses Internet agar tidak terbuka untuk serangan para
cracker dari jaringan Internet yang sifatnya publik.
Berdasarkan dua (2) alasan utama di atas, maka dikembangkan konsep
private network, jaringan private atau kemudian dikenal dengan IntraNet
(sebagai lawan dari Internet). Jaringan IntraNet ini yang kemudian
menjadi basis bagi jaringan di kompleks perkantoran, pabrik, kampus,
Warung Internet (WARNET) dsb. Secara teknologi tidak ada bedanya antara
IntraNet & Internet, beda yang significant adalah alamat IP yang
digunakan. Dalam kesepakatan Internet, sebuah Intanet (jaringan
private) dapat menggunakan alamat IP dalam daerah 192.168.x.x atau
10.x.x.x. IP 192.168 & 10 sama sekali tidak digunakan oleh Internet
karena memang dialokasikan untuk keperluan IntraNet saja.
Proses
pengkaitan ke dua jenis jaringan yang berbeda ini dilakukan secara
sederhana melalui sebuah komputer atau alat yang menjalankan software
proxy di atas. Jadi pada komputer yang berfungsi sebagai perantara ini,
selalu akan mempunyai dua (2) interface (antar muka), biasanya satu
berupa modem untuk menyambung ke jaringan Internet, dan sebuah Ethernet
card untuk menyambung ke jaringan IntraNet yang sifarnya private.
Untuk
menghubungkan ke dua jaringan yang berbeda ini, yaitu Internet &
IntraNet, perlu dilakukan translasi alamat / IP address. Teknik proxy /
Network Address Translation sendiri sebetulnya sederhana dengan
menggunakan tabel delapan (8) kolom, yang berisi informasi:
- Alamat IP workstation yang meminta hubungan.
- Port aplikasi workstation yang meminta hubungan.
- Alamat IP proxy server yang menerima permintaan proxy.
- Port aplikasi proxy server yang menerima permintaan proxy.
- Alamat IP proxy server yang meneruskan permintaan proxy
- Port aplikasi proxy server yang meneruskan permintaan proxy.
- Alamat IP server tujuan.
- Port aplikasi server tujuan.
Dengan
cara ini, paket dengan informasi pasangan alamat IP:port dari
workstation user yang meminta servis pasangan alamat IP:port server
tujuan bisa diganti agar server tujuan menyangka
permintaan servis tersebut datangnya dari pasangan alamat IP:port proxy
server yang meneruskan permintaan proxy. Server tujuan akan mengirimkan
semua data yang diminta ke pasangan alamat IP:port proxy server yang
meneruskan permintaan proxy – yang kemudian meneruskannya lagi ke
pasangan alamat IP:port workstation pengguna yang menggunakan alamat IP
192.168.x.x.
Jika
kita lihat secara sepintas, sebetulnya teknik proxy ini merupakan
teknik paling sederhana dari sebuah firewall. Kenapa? Dengan teknik
proxy, server tujuan tidak mengetahui bahwa alamat komputer yang
meminta data tersebut sebetulnya berada di balik proxy server &
menggunakan alamat IP private 192.168.x.x.
Anda bisa menggunakan software untuk Tennik Proxy. Apa nama softwarenya? yaitu Wingate.
Wingate adalah software proxy server
buatan Qbik New Zealand Ltd (http://www.qbik.com). Wingate sendiri
memiliki website http://www.wingate.com. Seperti halnya Winroute dari
Kerio atau Microsoft proxy server dan proxy server lainnya, Wingate
memberikan akses Internet untuk banyak komputer dari satu pintu. Jika
anda ingin tahu mana yang ingin anda gunakan sebagai software proxy,
anda dapat mencobanya langsung dengan mengikuti tutorial ini.
Perlu diingat, jika anda ingin melakukan
instalasi pada Windows XP, fasilitas Internet Connection Sharing yang
ada harus di non aktifkan (Wingate bilang bahwa dia lebih unggul dari
ICS, mungkin iya mungkin tidak).
Jika anda menggunakan DHCP (Dynamic Host
Configuration Protocol) Server, ada beberapa pilihan saat melakukan
setting Wingate, apakah menggunakan DHCP Wingate, DHCP Server yang lain
atau secara manual melakukan setting IP ke masing-masing client.
Silahkan Download Tutorial Cara Installasinya.

Semoga Bermanfaat.
4-6-2010 at 12:40pm